CERITA SURABAYA
Latest Kiblatnya Info Cerita Tentang Surabaya — Support Local Talent in Surabaya  |  Portal Berita Komunitas Surabaya
A moody twilight cityscape of Surabaya with warm amber streetlights reflecting off wet asphalt, silhouettes of becak and scooters moving through the evening haze
Community

Cerita Surabaya — Portal Berita Komunitas Surabaya

Kiblatnya Info Cerita Tentang Surabaya  ·  Support Local Talent in Surabaya
A steaming bowl of lontong balap on a worn wooden table, rich brown petis broth with golden fried shallots, warm amber tones
Kuliner

Sejarah Dan Resep Unik Lontong Balap

Lontong Balap is Surabaya's iconic street food, originating around 1956 from the Kutisari and Kendangsari areas near Pasar Wonokromo. The name comes from vendors carrying clay pots and half-running to compete for customers.

An array of traditional Surabaya dishes on dark ceramic plates — deep black rawon soup, colorful rujak cingur, and green pecel semanggi
Kuliner

Makanan Khas Kota Surabaya Yang Terkenal

Four legendary Surabaya dishes: Lontong Balap with its savory petis broth, the distinctive black Rawon beef soup, Rujak Cingur with cow snout and petis sauce, and Pecel Semanggi featuring clover leaves with sweet-and-spicy peanut sauce.

A nighttime street-food stall glowing under a single warm bulb, plates of nasi sambal with deep red chili paste, dark moody atmosphere
7 Kuliner Malam Khas Surabaya
September 10, 2015  ·  Nasi Sambal Mak Yeye near DTC, open 22:00–03:00
A row of street food carts along a Surabaya roadside after dark, glowing lanterns and smoke drifting upward, warm orange and charcoal tones
Lontong Balap — The 1950s Street-Food Legend
September 3, 2015  ·  History & Recipe
A spread of Surabaya street dishes on a dark surface: a bowl of black Rawon soup, a plate of Rujak Cingur with sliced snacks
Rawon, Rujak Cingur & Pecel Semanggi
June 20, 2022  ·  Surabaya's Culinary Icons
A close-up of a plate of nasi sambal at night, rich red sambal glistening over rice, dark moody background with warm highlights
Nasi Sambal Mak Yeye — Late-Night Favorite
September 10, 2015  ·  Open 22:00–03:00 near DTC

Resep Nastar Khas Surabaya yang Lumer di Mulut

Aroma butter yang harum berpadu dengan selai nanas legit selalu menjadi penanda kue nastar buatan rumah di Surabaya. Hampir setiap keluarga di Kota Pahlawan menyiapkan nastar ketika Lebaran, kenduri, maupun acara arisan bulanan. Cita rasa nastar Surabaya dikenal lebih gurih dan lembut di lidah karena penggunaan margarin, butter, dan susu bubuk dalam takaran yang pas.

Nastar Surabaya juga punya keunikan pada lapisan selai nanas yang tebal di permukaan kue, ditambah taburan keju cheddar parut yang menciptakan sensasi manis dan asin sekaligus. Saat digigit, adonannya terasa meleleh di mulut, meninggalkan rasa gurih yang bertahan lama. Bagi siapa pun yang ingin mencoba, resep ini bisa dipraktikkan di dapur rumah dengan peralatan sederhana.

Bahan Utama untuk Adonan yang Lembut

Kunci nastar lumer dimulai dari pemilihan bahan adonan. Tepung terigu protein rendah sebanyak 350 gram menjadi pondasi utama agar kue tidak keras. Margarin dan butter masing-masing 75 gram dicampur untuk menghasilkan tekstur yang rapuh namun tetap lembut saat dikunyah. Gula halus 100 gram memberikan rasa manis yang halus tanpa membuat adonan bergerindil.

Kuning telur ayam negeri sebanyak empat butir, dengan dua butir masuk ke adonan dan dua butir untuk olesan. Susu bubuk full cream 30 gram berfungsi membuat warna kue lebih kuning cerah sekaligus menambah rasa gurih. Tambahkan satu sendok teh vanili bubuk dan setengah sendok teh garam halus untuk menyeimbangkan rasa manis secara keseluruhan.

Selai Nanas yang Menjadi Ciri Khas

Selai nanas menjadi elemen penting yang membedakan nastar Surabaya dari daerah lain. Pilih nanas madu segar sebanyak satu kilogram, kupas, lalu parut halus atau blender sebentar. Masak parutan nanas dengan 250 gram gula pasir, empat lembar daun pandan, dan dua batang cengkeh di atas api kecil. Aduk terus agar tidak gosong sampai air nanas menguap dan adonan menjadi kental serta bewarna kecokelatan.

Proses memasak selai biasanya memakan waktu 45 menit hingga satu jam penuh. Selai yang sudah jadi harus bisa dibentuk bulat tanpa lengket di tangan. Dinginkan terlebih dahulu sebelum dipakai sebagai isian agar lebih mudah dibentuk di atas adonan nastar dan tidak merusak bentuk kue.

Langkah Membuat dan Membentuk Nastar

Mulailah dengan mengocok margarin, butter, dan gula halus menggunakan mixer kecepatan rendah hingga pucat dan mengembang. Masukkan kuning telur satu per satu sambil terus diaduk hingga tercampur rata. Ayak tepung terigu, susu bubuk, dan vanili secara bertahap ke dalam adonan, aduk perlahan menggunakan spatula supaya adonan tidak keras.

Setelah adonan kalis, ambil satu sendok teh, bulatkan, lalu pipihkan sedikit. Isi tengahnya dengan satu sendok kecil selai nanas, kemudian tutup kembali dan bulatkan lagi. Tata di atas loyang yang sudah dialasi kertas baking dengan jarak sekitar dua sentimeter. Olesi permukaan nastar dengan kuning telur dan taburi parutan keju cheddar secukupnya sebelum dipanggang.

Tips Memanggang agar Nastar Lumer

Suhu oven sangat memengaruhi hasil akhir nastar. Panaskan oven pada suhu 150 derajat Celsius, panggang selama 20 hingga 25 menit. Jangan membuka pintu oven terlalu sering karena perubahan suhu bisa membuat kue retak atau bagian bawah gosong. Bagian bawah nastar harus tetap berwarna kuning pucat sementara permukaannya kecokelatan mengkilap.

Setelah matang, angkat dan biarkan dingin di atas rak kawat agar uap panas keluar sempurna. Menyimpan nastar dalam wadah tertutup rapat setelah dingin sempurna akan menjaga kelembutan dan kerenyahannya selama berminggu-minggu. Kalau ingin tekstur lebih lumer, kurangi waktu memanggang dua menit dan tambahkan satu sendok makan susu cair ke dalam adonan.

Variasi Topping dan Kreasi Rasa ala Surabaya

Kreasi nastar Surabaya kini makin beragam seiring berkembangnya selera pasar. Keju cheddar parut tetap menjadi favorit, tetapi banyak pembuat kue menambahkan kismis, nanas kering, atau choco chips di atas permukaan. Beberapa toko roti lokal bahkan menciptakan nastar rasa pandan, matcha, hingga kopi tubruk yang mengangkat kekayaan rasa nusantara.

Isian selai nanas juga bisa dikombinasikan dengan selai stroberi, blueberry, atau selai jeruk untuk variasi warna dan rasa. Penggemar keju bisa menambahkan satu lembar keju slice di bawah selai nanas sebelum ditutup adonan. Hasilnya, rasa manis nanas berpadu dengan gurih keju dalam satu gigitan yang memorable.

Yang paling perlu diingat ketika membuat nastar khas Surabaya adalah keseimbangan antara bahan lemak, gula, dan waktu memanggang. Gunakan mentega berkualitas baik, jangan terlalu lama mengocok adonan, serta pastikan selai nanas memiliki kekentalan yang pas. Dengan perhatian pada detail kecil tersebut, nastar buatan rumah bisa terasa selezat buatan toko kue ternama dan selalu jadi rebutan saat disajikan di meja tamu.